Showing posts with label perikanan. Show all posts
Showing posts with label perikanan. Show all posts

Wednesday, May 25, 2016

Di pundak alumni angkatan 51 perikanan diserahkan

Selamat atas diwisudanya taruna putra putri terbaik dari sekolah usaha perikanan menengah ( SUPM) Negeri Tegal. Dengan diwisudanya mereka berarti tanggung jawab untuk memajukan dunia perikanan secara otomatis dilanjutkan kepada wisudawan angkatan 51.
SUPM Tegal terkenal dengan menciptakan tenaga tenaga teknis yang terampil dan teruji di segala bidang perikanan. Ada 4 Jurusan keahlian yang di pegang oleh para alumni dari SUPM Negeri Tegal. Diantara keahlian tersebut antara lain:
1.Nautica.
Keahlian seorang pelaut yang bekerja di deck kapal. Mereka yang mempunyai keahlian ini sudah banyak yang menjadi seorang kapten dan perwira di kapal kapal perikanan indonesia dan luar negeri. Bahkan sekarang banyak juga yang memegang lisensi ijazah yang dikeluarkan oleh perhubungan untuk memegang kapal kapal non perikanan semisal cargo, tug boat dan kapal tanker.
Para lulusan nautica selain mengerti tentang ilmu pelayaran dan navigasi mereka juga menguasi tentang alat tangkap ikan yang ada di indonesia.
2. Mesin perikanan
Keahlian ini berhubungan erat dengan yang namanya mesin. Seperti kita ketahui bahwa sebuah kapal untuk menggerakannya maka diperlukan sebuah alat untuk mendorongnya dan alat itu adalah mesin pendorong kapal.
Di keahlian mesin perikanan kita tidak hanya di bekali dengan mesin induk saja tetapi ada beberapa keahlian yang harus kita kuasai juga semisal ; mesin pendingin, mesin bantu, alat las , kelistrikan dan mesin bubut. Sangat lengkap keahlian para lulusan jurusan mesin perikanan. Sama dengan lulusan nautica, lulusan mesin juga banyak yang bekerja di kapal 2 perikanan indonesia dan luar negeri.
3. Budidaya perikanan
Lulusan  jurusan ini diharapkan bisa meningkatkan produktifitas perikanan melalui sektor budidaya. Para lulusan ini di didik untuk menjadi pengusaha pengusaha di bidang perikanan budidaya. Mereka mempunyai spesifikasi keahlian yang terbilang unik diantara yang lain. Lulusan lebih menengal ikan dari pada jurusan yang lain.
4. Pengolahan hasil perikanan.
Jurusan ini adalah jurusan dari muara aktifitas tentang perikanan. Dimana para lulusan ini mampu untuk mengolah produk produk perikanan agar mempunyai harga jual dan kualitas yang lebih tinggi.
Sekali lagi selamat bagi wisudawan wisudawan angkatan 51 SUPM N TEGAL. JALES VEVA JAYA MAHE.

Tuesday, May 24, 2016

Perikanan indonesia kalah dengan india

Menteri susi pudjiastuti adalah menteri yang paling terkenal di era jokowi. Keberanian beliau menenggelamkan kapal kapal illegal fishing menjadi acungan jempol walaupun kebijakan itu sudah ada dari dulu. Jumlah kapal yang ditenggelamkan sampai saat ini sudah lebih dari 150 kapal dan yang paling sedikit adalah kapal cina yang tertangkap.
Kebijakan kebijakan menteri susi bukan tanpa protes. Sampai saat ini banyak nelayan nelayan pantura yang masih belum bisa melaut. Bukan karena ombak besar atau badai tapi lebih karena adanya larangan penggunaan alat tangkap cantrang.
Nelayan masih sabar dengan keputusan menteri tersebut. Dengan tidak melautnya nelayan menjadikan peringkat indonesia di kancah dunia sebagai produsen ikan menjadi melorot dibawah india. Indonesia berada diurutan ke empat sedangkan india di urutan ke tiga. Urutan kedua peru sedangkan urutan pertama masih dipegang oleh cina.
India yang luas lautan nya lebih kecil dari luas lautan indonesia menjadi ironi bila india menjadi produsen lebih besar dari indonesia. Lalu dimana kesalahan indonesia...???

Thursday, March 17, 2016

Pengukuhan Syahbandar perikanan 2016

Pada tanggal 17 Maret 2016 dijakarta telah berlangsung acara pengukuhan kesyahbandaran perikanan oleh menteri perhubungan dan di dampingi oleh menteri kelautan dan perikanan di kantor kementrian Perhubungan. Ada 36 pegawai KKP yang dikukuhkan untuk menjabat sebagai syahbandar di pelabuhan perikanan. Acara pengukuhan ini dihadiri oleh pejabat ekselon 1 dan 2 di kementrian perhubungan dan kementrian kelautan dan perikanan. Kegiatan ini sebagai ajang kerjasama antara dua kementrian mengingat bahwa penentuan dan pengangkatan personel syahbandar masih dalam wewenang kementrian perhubungan.
Kerjasama kedua kementrian ini memang sangat diperlukan dalam rangka peningkatan pelayanan pelabuhan dan memberikan pelayan prima pada masyarakat. Hal ini sesuai dengan amanat UU no 45 tahun 1999 dan atas perubahan UU 31 tahun 1998 tentang perikanan dan UU no 17 tahun 1998 tentang pelayaran, yang menyebutkan bahwa setiap kapal perikanan yang akan berlayar yang akan melakukan penangkapan ikan dan/atau pengangkutan ikan dari pelabuhan wajib memiliki surat persetujuan berlayar yang dikeluarkan oleh syahbandar yang ada di pelabuhan perikanan.
Indonesia memiliki 816 pelabuhan perikanan yang tersebar dari sabang sampai merauke Namun hingga saat ini baru 139 Orang. Yang terdiri dari 62 orang dari pegawai kementrian kelautan dan perikana sedangkan sisanya dari petugas dari daerah baik itu provinsi, kabupaten maupun kota yang memiliki dan mengelola pelabuhan perikanan. Syahbandar perikanan selain membuat surat persetujuan juga membuat surat laik laut, laik tangkap dan laik simpan. Seperti yang tertuang dalam permen No 03/ PERMEN-KP/ 2013 tentang kesyahbandaran pelabuhan perikanan.
Menteri susi juga mengatakan bahwa "Syahbandar di pelabuhan perikanan merupakan pengawal yang bertugas menjaga keselamatan dan keamanan berlayar serta mendukung visi pemerintah yang menjadikan laut sebagai masa depan bangsa dengan memberantas IUU Fishing mulai dari darat sebelum kapal berlayar" Kegiatan pengukuhan pejabat kesyahbandaran ini sudah ketiga kalinya dilakukan sebelumnya pernah dilaksanakan pada tahun 2012 dan 2013.
Untuk BBPI sendiri, peranan tugas dan fungi syahbandar perikanan dalam hal memeriksa teknis dan nautis kapal perikanan,alat penangkapan ikan dan alat bantu perikanan akan siap selalu untuk bekerjasama dan saling berbagi informasi.

Sunday, February 28, 2016

90 persen pengelolaan laut kita masih di pesisir pantai.

Pengelolaan laut kita yang luas belum termaksimakan. Lihat bagaimana seluruh sentra perikanan kita masih terkonsentrasi di wilayah wilayah yang dangkal dan sekitar pesisir pantai. Kita bisa lihat bagaimana penuhnya nelayan kita yang beroperasi di pantai utara jawa, selat bali, selat malaka dan laut sulawesi. Hampir disitu 90 persen dari jumlah nelayan kita.
Kenapa diwilayah wilayah laut dalam yang sering menjadi ajang pencurian ikan, nelayan kita tidak memanfaatkannya. Dan itu adalah pertanyaan yang harus terjawab agar permasalahan over fishing dan illegal fishing bisa terpecahkan. Kementrian kelautan dan perikanan selama ini masih fokus dengan illegal fishing walaupun sudah ada kebijakan yang mengarah kepada keberlanjutan sumber daya ikan. Tapi bukan dengan membatasi para nelayan untuk menangkap ikan. Diharapkan KKP lebih bisa mengatur tentang pengelolaan sumber daya ikan yang belum terkelola maksimal.

Sunday, February 14, 2016

Peserta Ankapin II dan Atkapin II di Tegal membludak.

Tegal terkenal dengan Kota bahari dimana di kota tersebut terdapat sekolah usaha perikanan negeri tegal ( SUPM ) yang tertua di indonesia. Sampai saat ini nama Supm N Tegal masih dikenal dengan banyaknya Sumber daya manusia yang mumpuni dan proposional di bidang penangkapan ikan.
Untuk diakui sebagai tenaga yang propesional maka calon- calon pelaut ini dibekali dengan sertifikat yang dinamakan ATKAPIN dan ANKAPIN. ATKAPIN singkatan dari Ahli Teknik Kapal Perikanan dan ANKAPIN singkatan dari Ahli Nautika kapal perikanan. Untuk setingkat SUPM maka tingkat 2. Pengambilan diklat ATKAPIN DAN ANKAPIN berlangsung di Supm N Tegal pada tanggal 11- 18 februari 2016. Dan pesertanya tidak hanya dari SUPM N Tegal ada juga dari SUPM Al Maarif, SMK1 Sanden, SMK 1 Bulakkamba, SMK 1 Jepara dan SUPM YAMIPURA. Jumlah Peserta untuk tahun 2016 sekitar 282 peserta dan kegiatan ini langsung di awasi oleh kementrian kelautan dan perikanan bekerjasama dengan kementrian perhubungan.


Friday, February 12, 2016

Nelayan malaysia mencuri ikan

Tertangkapnya 7 kapal malaysia di kepulauan riau oleh kapal pengawas milik kementrian kelautan dan perikanan. Tertangkapnya itu membuktikan bahwa pencurian ikan masih berlangsung. Kapal malaysia yang mencuri ikan telah diamankan.
Seharusnya malaysia juga memberitahukan kepada nelayan nya agar tak mencuri di indonesia. Malaysia telah mengindikasikan bahwa mereka membiarkan nelayannya untuk mencuri di indonesia. Negara kita yang kaya selalu menjadi incaran para negara negara tetangga yang tak mempunyai sumber daya ikan seperti indonesia.
Salut buat kementrian kelautan dan perikanan terkhusus buat bu menteri susi pudjiastuti. Bu susi seorang srikandi yang benar benar mencintai kedaulatan negara indonesia. Habiskan saja nelayan yang mencuri ikan di indonesia. Perkuat terus nelayan khususnya untuk nelayan perbatasan. Bila perlu langsung di tenggelamkan ga usah di tarik ke pangkalan.
Jangan takut karna rakyat indonesia akan terus mendukung bu menteri. Malaysia bagaimanapun negara yang masih dibawah kita. Dengan kekayaan yang melimpah jelas malaysia sangat menginginkan sumber daya alam kita untuk dicurinya

Sunday, January 17, 2016

Alat Tangkap Bubu


Pengertian/definisi alat tangkap bubu
            Bubu adalah salah satu jenis alat penangkap ikan yang dioperasikan secara pasif di dasar perairan. Bentuk bubu sangat beraneka ragam, ada yangberbentuk segi empat, trapesium,silinder, lonjong, bulat setengah lingkaran, persegi panjang dan bentuk lain. Bubu dilengkapi dengan pintu masuk (injab). Pintu ini dikontruksi sedemikian rupa agar Ikan, Udang, atau Rajungan dapat leluasa masuk ke dalam bubu, tetapi sulit meloloskan diri keluar dari dalam Bubu (Martasuganda, 2008).
            Bubu pada umumnya berukuran tidak terlalu besar. Dibandingkan dengan alat yang sejenis alat bubu dapat lebih mudah dipindahkan dari satu tempat penangkapan ke daerah penangkapan lain, sehingga bubu merupakan suatu jenis bangunan penjebak/perangkap yang dapat dijadikan sebagai alat sampingan. Berguna untuk menambah/meningkatkan hasil pendapatan nelayan bersangkutan (Mulyadi, 2000).
Klasifikasi Bubu
            Menurut Brandt (1984), bubu diklasifikasikan ke dalam traps. Perangkap (traps) dan penghadang tersebut ialah semua alat penangkap yang berupa jebakan. Alat penangkap ini sifatnya pasif dibuat dari anyaman bamboo (bamboos netting), anyaman rotan (rottan netting), anyaman kawat (wire netting, chicken wire), kere bamboo (bamboos screen), misalnya bubu (fish pot atau fyke), sero (guiding barrier, stake traps), lain-lainnya (subani dan barus, 1989).
            Menurut Dulgofar (2000), bubu yang digunakan oleh para nelayan dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk atau sasaran alat tangkap ini, yaitu :
1.   Klasifikasi menurut bentuk bubu
a. Bubu berbentu kerucut terpotong
Bentuk bubu seperti ini lebih stabil di dasar laut. Jenis bubu ini biasanya di gunakan untuk mengkap kepiting atau udang. Bila dipergunakan untuk menangkap kepiting, pintu masuk (injab) bubu ini dipasang pada bagian atas, sedangkan bila dipergunakan untuk menangkap udang, pintu masuknya dipasang pada bagian samping.
b. Bubu berbentuk pyramid terpotong
Jenis bubu ini dapat digunakan untuk menangkap ikan atau berbagai jenis lobster;
c. Bubu berbentuk silinder
Bubu berbentuk silinder umumnya digunakan untuk menangkap ikan demersal, seperti Kakap, Kurisi, Kerpu, dan lain-lainnya;
d. Bubu berbentuk semi silinder
Bubu berbentuk semi silinder umumnya digunakan untuk menangkap udang karang atau lobster; dan
e. Bubu berbentuk kotak
Bubu berbentuk kotak biasanya digunakan untuk menangkap ikan atau kepiting.
2.    Klasifikasi bubu berdasarkan sasaran tangkapan
a. Bubu kepiting;
b. Bubu udang;
c. Bubu lobster;
d. Bubu ikan;
e. Bubu cumi-cumi;
f. Bubu kerang;

Friday, November 6, 2015

percuma punya atkapin, kalau perusahaan perikanan ga beroperasi.

Curhatan teman yang sangat menyentuh hati saya. Teman saya adalah lulusan sekolah usaha perikanan menengah yang berstatus sekolah negeri dan dibawah langsung oleh kementrian kelautan dan perikanan. Para lulusan sekolah tersebut memegang ijazah kompetensi yang dinamakan ankapin untuk nautika dan atkapin untuk teknik.
Akibat dari pelarangan sebagiam perusahaan penangkap ikan di indonesia menyebabkan beberapa rekan nasibnya terkatung2 di negeri orang. Mereka menganggur bukan karena ga mau bekerja tetapi tempat mereka bekerja kini perusahaannya telah ditutup sementara. Sekarang para rekan2 lg berteriak minta perhatian dari pemerintah khususnya kementrian kelautan dan perikanan. Bu susi memang harus benar2  memikirkan masalah tersebut jangan biarkan lagi anak2 bangasa tidak bisa berkarya di negeri sendiri.