Thursday, June 2, 2016

Inovasi BBPI Semarang di temu teknis litkayasa

Litkayasa adalah bagian yang penting di Balai besar penangkapan ikan. Untuk terus mengembangkan kemampuan litkayasa maka BALITBANG KKP mengadakan temu teknis litkayasa setingkat dirjen. Kegiataan ini di tambahkan dengan lomba pemakalah dan poster kegiataan perekayasaan yang terbaik. Pemenang akan mendapatkan penghargaan langsung dari ibu menteri susi pudjiastuti.

Pertemuan Teknis Teknisi Litkayasa 2016 lingkup kkp

Kegiatan penelitian pengembangan dan perekayasaan bidang kelautan dan perikanan akan berjalan optimal apabila pelaksanaannya didukung oleh teknisi litkayasa yang kompeten dan handal. Kompetensi teknisi litkayasa dapat ditingkatkan melalui diklat, pengalaman kerjasama dengan perekayasa dan keikut sertaan dalam seminar atau pertemuan ilmiah maupun teknis.
Balitbang kkp sebagai pembina para pejabat fungsiol litkayasa tetap berkomitmen dalam meningkatkan peran dan kompetensi baik dilingkungan balitbang kkp maupun teknisi litkayasa lingkup direktorat jendral.
Pertemuan teknisi litkayasa 2016 diadakan di hotel padjajaran suites, Bogor, Jawa barat. Peserta dari BBPI Semarang berjumlah 15 orang. Terbagi dalam pemakalah oral dan pemakalah poster. Selain dari BBPI Semarang ada juga yang darin PUSLITBANGKAN, P3SDLP, P3DAPBKP, BBPPBL Gondol, BPPL Muara baru, BPPBAT Bogor, BPPU Palembang, BPPBAP Maros, BPPSDI Jatiluhur, BPBIH Depok, BPOL Perancak, BPPI Sukamandi, LPPT Benoa, LPSDKP Bungus, LPPMHP Bungus, LPPMHP Bantul, LPTK Wakatobi, LPPBRL Gorontalo, set dirjen BBPBAP Jepara, BBPBAP sukabumi, BBPBL Lampung, BPAP Takalar, BPBL Ambon, BLU Karawang, BPBAT Jambi, BPBAT Mandiangin, BPBL Batam, BPBAP Situbondo, BPBAT Tatelu, BPBAT Ujungbatte, Balai Penyelidikan Penyakit Ikan Serang, dan BPBL Lombok.
Pertemuan teknis litkayasa diharapkan dapat memberikan wawasan tentang perkembangan penelitian dan perekayasaan bidang kelautan dan perikanan dan secara akademis dapat meningkatkan pengetahuan teknis yang diperoleh melalui komunikasi dan presentasi formal diantara litkayasa lintas ekselon 1.

Wednesday, June 1, 2016

Inovasi alat tangkap nelayan Batang

( Semarang, 31/05/2016 ) Pada tanggal 31 Mei 2016 BBPI Semarang kedatangan rombongan dari Kabupaten Batang. Rombongan tersebut berjumlah 4 Orang terdiri dari 2 orang nelayan dan 2 orang pegawai dari dinas kelautan dan perikanan Batang. Mereka di sambut baik oleh teman – teman di BBPI Semarang. Maksud dari kedatangan mereka adalah untuk memperkenalkan inovasi dari nelayan batang dan sebagai pengantar adalah dinas kelautan dan perikanan batang.

Pak Asiz nama salah satu nelayan yang ikut dalam rombongan. Beliau memperkenalkan alat tangkap yang beliau namakan dengan jarring Apollo. Jaring Apollo disini bukan jarring yang di tarik yang sekarang di larang tetapi jarring yang beliau perkenalkan adalah jarring yang menyerupai payung terbalik. DImana latar belakang penemuan inovasi beliau karena melihat banyaknya nelayan nelayan pantura yang masih menganggur karena terkendala ijin untuk menangkap ikan. Dengan adanya pelarangan cantrang maka pak asiz teringat di saat zaman pada tahun 1990 dimana beliau mempunyai 2 buah kapal dan bisa menghasilkan banyak ikan.

Suasana diskusi berlangsung seru di ruangan demersal. Di situ para pejabat structural dan fungsional perekayasa serta litkayasa dengan seksama memperhatikan pemaparan dari nelayan batang. Menurut pak sahasta selaku perekayasa di BBPI Semarang mengatakan bahwa inovasi alat tangkap yang di paparkan oleh pak asis termasuk dalam kategori alat tangkap bila disaat setting seperti jala jatuh dan apabila  di saat hauling seperti jarring angkat. Dan menurut beliau juga inovasi tersebut lebih baik untuk di kombinasikan dengan bagan. Karena di lihat dari bentuk dan adanya penambahan lampu sebagai alat bantu memungkinkan alat tersebut bisa di uji dengan bagan. Beliau juga mengingatkan agar dalam melakukan uji coba harus memperhatikan aturan – aturan yang telah diberlakukan.

Pak usman effendi selaku pejabat structural juga menambahkan bahwa  alat tangkap tersebut harus di uji coba bukan oleh BBPI. Karena BBPI mempunyai tupoksi tidak dalam rangka penelitian tapi lebih mengedepankan kepada pengembangan inovasi yang bisa langsung di aflikasikan oleh nelayan. Beliau menyarankan agar pak asiz dan pemerintah daerah batang menawarkan inovasi tersebut kepada Balibang pusat maupun balitbang daerah. Dan apabila meminta dukungan dari BBPI Semarang hanya sekedar pendampingan.

BBPI sangat mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh pak asis. Apalagi dari pernyataan beliau yang peduli dengan sumber daya ikan di laut jawa. Pak asiz mengkritisi aktifitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dimana ikan ikan kecil banyak yang tertangkap. Menurut beliau juga apabila menunggu ikan tersebut lebih besar lagi dengan sendiri harga ikan tersebut lebih tinggi. Semangat terus buat pak asiz semoga inovasi benar- benar terwujud dan bisa di manfaatkan nelayan. Sebelum acara selesai rombongan dari batang ini menyerahkan proposal alat tangkap tersebut dan sebuah reflika kapal sebagai cinderamata buat BBPI Semarang.

Monday, May 30, 2016

Syarat teknis SET- NET

Set net adalah salah satu alat yang populer di jepang. Alat ini dinilai bisa menghasilkan tangkapan ikan yang melimpah. BBPI semarang sudah pernah melakukan uji coba pemasangan set net di daerah jeneponta, Sulawesi selatan.
Persyaratan yang harus dimiliki oleh perairan sebagai lokasi penempatan set-net yang dianggap layak, antara lain memiliki:
1. Kecepatan arus kurang dari 2 knot.
2. Tinggi gelombang tidak lebih dari 1 m.
3. Amplitudo pasang surut tidak lebih 2m.
4. Jarak antar garis kontur cenderung berdekatan (isodept menyempit) dengan kemiringan dasar tidak lebih dari 25° (landai).
5. Permukaan dasar merata, tidak bergunung, meluas dan tidak curam.
6. Substrat dasar perairan berupa lumpur-berpasir bebas dari dasar berbatu.
7. Kedalaman perairan tidak lebih dari 20 m.
8. Tidak mengganggu lingkungan dan ekosistem serta kegiatan lain di sekitarnya.
9. Perairan yang bukan jalur pelayaran.
10. Sumber daya ikan melimpah dan memiliki nilai ekonomi tinggi dengan pola migrasi ikan yang jarak tempuhnya dari pantai masih ekonomis.
11. Sosial masyarakat yang merespon positif dengan adanya set-net.
12. Sumber daya manusia yang berpendidikan dan terampil serta mau berorganisasi.
13. Sarana dan prasarana dengan aksesbilitas tinggi.
14. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung secara penuh dan bertanggung jawab atas pengelolaan set-net dengan tetap menjaga kearifan lokal. ( sumber hudring bbpi semarang )

Wednesday, May 25, 2016

Di pundak alumni angkatan 51 perikanan diserahkan

Selamat atas diwisudanya taruna putra putri terbaik dari sekolah usaha perikanan menengah ( SUPM) Negeri Tegal. Dengan diwisudanya mereka berarti tanggung jawab untuk memajukan dunia perikanan secara otomatis dilanjutkan kepada wisudawan angkatan 51.
SUPM Tegal terkenal dengan menciptakan tenaga tenaga teknis yang terampil dan teruji di segala bidang perikanan. Ada 4 Jurusan keahlian yang di pegang oleh para alumni dari SUPM Negeri Tegal. Diantara keahlian tersebut antara lain:
1.Nautica.
Keahlian seorang pelaut yang bekerja di deck kapal. Mereka yang mempunyai keahlian ini sudah banyak yang menjadi seorang kapten dan perwira di kapal kapal perikanan indonesia dan luar negeri. Bahkan sekarang banyak juga yang memegang lisensi ijazah yang dikeluarkan oleh perhubungan untuk memegang kapal kapal non perikanan semisal cargo, tug boat dan kapal tanker.
Para lulusan nautica selain mengerti tentang ilmu pelayaran dan navigasi mereka juga menguasi tentang alat tangkap ikan yang ada di indonesia.
2. Mesin perikanan
Keahlian ini berhubungan erat dengan yang namanya mesin. Seperti kita ketahui bahwa sebuah kapal untuk menggerakannya maka diperlukan sebuah alat untuk mendorongnya dan alat itu adalah mesin pendorong kapal.
Di keahlian mesin perikanan kita tidak hanya di bekali dengan mesin induk saja tetapi ada beberapa keahlian yang harus kita kuasai juga semisal ; mesin pendingin, mesin bantu, alat las , kelistrikan dan mesin bubut. Sangat lengkap keahlian para lulusan jurusan mesin perikanan. Sama dengan lulusan nautica, lulusan mesin juga banyak yang bekerja di kapal 2 perikanan indonesia dan luar negeri.
3. Budidaya perikanan
Lulusan  jurusan ini diharapkan bisa meningkatkan produktifitas perikanan melalui sektor budidaya. Para lulusan ini di didik untuk menjadi pengusaha pengusaha di bidang perikanan budidaya. Mereka mempunyai spesifikasi keahlian yang terbilang unik diantara yang lain. Lulusan lebih menengal ikan dari pada jurusan yang lain.
4. Pengolahan hasil perikanan.
Jurusan ini adalah jurusan dari muara aktifitas tentang perikanan. Dimana para lulusan ini mampu untuk mengolah produk produk perikanan agar mempunyai harga jual dan kualitas yang lebih tinggi.
Sekali lagi selamat bagi wisudawan wisudawan angkatan 51 SUPM N TEGAL. JALES VEVA JAYA MAHE.

Tuesday, May 24, 2016

Perikanan indonesia kalah dengan india

Menteri susi pudjiastuti adalah menteri yang paling terkenal di era jokowi. Keberanian beliau menenggelamkan kapal kapal illegal fishing menjadi acungan jempol walaupun kebijakan itu sudah ada dari dulu. Jumlah kapal yang ditenggelamkan sampai saat ini sudah lebih dari 150 kapal dan yang paling sedikit adalah kapal cina yang tertangkap.
Kebijakan kebijakan menteri susi bukan tanpa protes. Sampai saat ini banyak nelayan nelayan pantura yang masih belum bisa melaut. Bukan karena ombak besar atau badai tapi lebih karena adanya larangan penggunaan alat tangkap cantrang.
Nelayan masih sabar dengan keputusan menteri tersebut. Dengan tidak melautnya nelayan menjadikan peringkat indonesia di kancah dunia sebagai produsen ikan menjadi melorot dibawah india. Indonesia berada diurutan ke empat sedangkan india di urutan ke tiga. Urutan kedua peru sedangkan urutan pertama masih dipegang oleh cina.
India yang luas lautan nya lebih kecil dari luas lautan indonesia menjadi ironi bila india menjadi produsen lebih besar dari indonesia. Lalu dimana kesalahan indonesia...???

Monday, April 4, 2016

Peningkatan Kinerja ABK BBPI Semarang



( JEPARA, 21/03/2016) Di tri wulan pertama di tahun ini, BBPI Semarang melalui Bidang  Dukungan dan Kerjasama Teknik mengadakan kegiatan tahunan yaitu kegiatan operasi penangkapan untuk menambah kemampuan    dan kecakapan ABK kapal dan tenaga teknis bbpi dengan KM.Blue fin 02 di perairan Jepara. Pada kegiatan kali ini ada perbedaan dari tahun- tahun sebelumnya, karena didalam kegiatan tersebut melibatkan salah satu dari nelayan lokal.
Dalam rapat koordinasi tim kegiatan, Kepala Seksi dukungan Teknik Agus Suryadi S.ST.PI berharap kepada seluruh ABK dan tenaga teknis sebagai salah satu Sumber Daya Manusia yang di miliki Oleh BBPI,Semarang dapat berperan aktif dalam menyerap ilmu yang diperoleh dari pengalaman nelayan yang ikut dalam kegiatan ini.
Semua ABK dan Tenaga teknis BBPI harus bersungguh- sungguh dalam menyerap pengalaman nelayan yang sudah terbiasa dilaut dan nelayan pun harus bisa mengambil ilmu yang belum mereka dapatkan dari seluruh ABK dan tenaga teknis BBPI. Intinyasaling tukar pengalan dan bekerjasamalah..,Ucap Agus Suryadi S.ST.PI dalam sela- sela rapat koordinasi Tim kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 12 s.d 18Maret 2016 ini diikuti oleh 8 Orang dari BBPI,Semarang dan 1 orang nelayan dari Jepara. Menurut Purwanto selaku Ketua Tim Kegiatan mengatakan” Kemampuan seorang teknisi tidak hanya diukur dari kemampuan teoritis tetapi harus bisa di praktekkan kelapangan. Harapan Besar ada di tangan para generasi penerus yang masih muda karena sebentar lagi banyak Pegawai BBPI,Semarang akan memasuki masa purna tugas. Dan regenerasi sangatlah di perlukan”.