Sunday, June 12, 2016

Kembali pelaku illegal fishing ditangkap di Natuna

Natuna memang menjadi wilayah favorit untuk kegiatan illegal fishing. Setelah beberapa kapal cina dan thailand tertangkap kini giliran vietnam yang berulah di kedaulatan NKRI. Penangkapan kapal berbendera vietnam terjadi pada tanggal 10 juni 2016. Terdapat 7 buah kapal dan anak buah kapal yang tertangkap karena aktivitas illegal fishing. Hukuman penenggelaman kapal bukan nya menjadi kapok dan jera tapi lebih menjadi dan menggila.
Kerja keras para awak pengawas perikanan patut terus diapresiasi. Penambahan personil dan jumlah kapal harus menjadi prioritas dalam menjaga kedaulatan dan sumber daya perikanan kita.
Sampai saat ini kapal dan anak buah kapal vietnam masih di tahan di satker P2SDKP Natuna.

Friday, June 10, 2016

Selalu ada cerita di balik banjir rob

Banjir rob atau air laut pasang adalah suatu hal yang biasa di kota semarang. Untuk wilayah pelabuhan tanjung mas banjir rob sudah menjadi langganan setiap harinya. Tetapi pada akhir akhir ini banjir rob sudah sangat tinggi dan mengakibatkan hampir mengganggu aktifitas di pelabuhan tanjung mas.
BBPI Semarang yang lokasinya di pelabuhan tanjung mas dan tepatnya di jalan yos sudarso kalibaru barat harus terkena juga imbas dari banjir rob. Ada cerita yang menarik di banjir rob kali ini.
Setiap datang dan pulang kerja sebagian pegawai dari BBPI Semarang harus diantar jemput dengan menggunakan kendaraam tossa. Kendaraan dengan roda tiga inilah yang dijadikan kendaraan melintasi genangan air rob. Ketinggian air rob bila memasuki pasang tertinggi bisa mencapai ketinggian 60 cm. Menurut berbagai sumber tanah di sekitar pelabuhan setiap tahunnya mengalami penurunan hampir 5 cm pertahun. Padahal jalan didepan kantor sudah terlalu sering di tinggikan. Harus ada langkah pasti agar banjir rob ini tidak menjadi masalah terus menerus.

Wednesday, June 8, 2016

Penunjukan Plt dan Plh dirjen perikanan tangkap

Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti resmi menunjuk Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Kabalitbang) Zulfichar Mochtar sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT).

Selain menunjuk Plt, Menteri Susi juga menunjuk Direktur Pelabuhan Perikanan Agus Suherman menjadi Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Perikanan Tangkap.
Keputusan ini tertuang dalam Surat Perintah Sebagai Pelaksana Tugas Nomor 259/MEN-KP/IV/2016 dan Nomor : 260/MEN-KP/VI/2016 dan berlaku sejak 1 Juni 2016. Kabalitbang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Dirjen Perikanan Tangkap sampai ditetapkan pejabat yang definitif. Adapun penunjukan oleh Menteri Susi dilakukan pada 2 Juni 2016.

Mengutip siaran persnya, Sabtu (4/6/2016), Plt. Dirjen Perikanan Tangkap memiliki kewenangan mengambil keputusan dan atau tindakan kecuali keputusan dan atau tindakan yang bersifat strategis dan berdampak pada perubahan status hukum pada aspek kepegawaian, seperti penetapan surat keputusan, penjatuhan hukuman disiplin dan persetujuan antarinstansi.

Sementara dengan Plh. Dirjen Perikanan Tangkap, memiliki tugas yang sama, dan diberi kewenangan untuk melaksanakan tugas-tugas harian dan melaporkan kepada Plt. Dirjen Perikanan Tangkap. Untuk penunjukan secara definitif Jabatan dirjen perikanan tangkap akan di lelang bersamaan dengan jabatan yang kosong lainnya.

Thursday, June 2, 2016

Kabar Gembira, November KKP Bagikan 3250 kapal

Kabar tentang bantuan 3250 kapal sudah jauh jauh hari digembar gemborkan oleh kementerian kelautan dan perikanan. Di berbagai kesempatan menteri susi pudjiastuti juga berharap agar program berjalan dengam lancar.
untuk tender alat tangkap pada tahun ini hampir selesai sedangkan untuk mesin tinggal menungu kapal yang dibuat di galangan lokal.
Dalam hal ini kkp optimis program ini bisa lancar pada tahun 2016. Menurut kkp jenis kapal yang akan diberikan sesuai dengan karakteristik masing masing daerah penangkapan ikan. Dan untuk ukuran kapal lebih di dominasi oleh ukuran 5 GT.

Inovasi BBPI Semarang di temu teknis litkayasa

Litkayasa adalah bagian yang penting di Balai besar penangkapan ikan. Untuk terus mengembangkan kemampuan litkayasa maka BALITBANG KKP mengadakan temu teknis litkayasa setingkat dirjen. Kegiataan ini di tambahkan dengan lomba pemakalah dan poster kegiataan perekayasaan yang terbaik. Pemenang akan mendapatkan penghargaan langsung dari ibu menteri susi pudjiastuti.

Pertemuan Teknis Teknisi Litkayasa 2016 lingkup kkp

Kegiatan penelitian pengembangan dan perekayasaan bidang kelautan dan perikanan akan berjalan optimal apabila pelaksanaannya didukung oleh teknisi litkayasa yang kompeten dan handal. Kompetensi teknisi litkayasa dapat ditingkatkan melalui diklat, pengalaman kerjasama dengan perekayasa dan keikut sertaan dalam seminar atau pertemuan ilmiah maupun teknis.
Balitbang kkp sebagai pembina para pejabat fungsiol litkayasa tetap berkomitmen dalam meningkatkan peran dan kompetensi baik dilingkungan balitbang kkp maupun teknisi litkayasa lingkup direktorat jendral.
Pertemuan teknisi litkayasa 2016 diadakan di hotel padjajaran suites, Bogor, Jawa barat. Peserta dari BBPI Semarang berjumlah 15 orang. Terbagi dalam pemakalah oral dan pemakalah poster. Selain dari BBPI Semarang ada juga yang darin PUSLITBANGKAN, P3SDLP, P3DAPBKP, BBPPBL Gondol, BPPL Muara baru, BPPBAT Bogor, BPPU Palembang, BPPBAP Maros, BPPSDI Jatiluhur, BPBIH Depok, BPOL Perancak, BPPI Sukamandi, LPPT Benoa, LPSDKP Bungus, LPPMHP Bungus, LPPMHP Bantul, LPTK Wakatobi, LPPBRL Gorontalo, set dirjen BBPBAP Jepara, BBPBAP sukabumi, BBPBL Lampung, BPAP Takalar, BPBL Ambon, BLU Karawang, BPBAT Jambi, BPBAT Mandiangin, BPBL Batam, BPBAP Situbondo, BPBAT Tatelu, BPBAT Ujungbatte, Balai Penyelidikan Penyakit Ikan Serang, dan BPBL Lombok.
Pertemuan teknis litkayasa diharapkan dapat memberikan wawasan tentang perkembangan penelitian dan perekayasaan bidang kelautan dan perikanan dan secara akademis dapat meningkatkan pengetahuan teknis yang diperoleh melalui komunikasi dan presentasi formal diantara litkayasa lintas ekselon 1.

Wednesday, June 1, 2016

Inovasi alat tangkap nelayan Batang

( Semarang, 31/05/2016 ) Pada tanggal 31 Mei 2016 BBPI Semarang kedatangan rombongan dari Kabupaten Batang. Rombongan tersebut berjumlah 4 Orang terdiri dari 2 orang nelayan dan 2 orang pegawai dari dinas kelautan dan perikanan Batang. Mereka di sambut baik oleh teman – teman di BBPI Semarang. Maksud dari kedatangan mereka adalah untuk memperkenalkan inovasi dari nelayan batang dan sebagai pengantar adalah dinas kelautan dan perikanan batang.

Pak Asiz nama salah satu nelayan yang ikut dalam rombongan. Beliau memperkenalkan alat tangkap yang beliau namakan dengan jarring Apollo. Jaring Apollo disini bukan jarring yang di tarik yang sekarang di larang tetapi jarring yang beliau perkenalkan adalah jarring yang menyerupai payung terbalik. DImana latar belakang penemuan inovasi beliau karena melihat banyaknya nelayan nelayan pantura yang masih menganggur karena terkendala ijin untuk menangkap ikan. Dengan adanya pelarangan cantrang maka pak asiz teringat di saat zaman pada tahun 1990 dimana beliau mempunyai 2 buah kapal dan bisa menghasilkan banyak ikan.

Suasana diskusi berlangsung seru di ruangan demersal. Di situ para pejabat structural dan fungsional perekayasa serta litkayasa dengan seksama memperhatikan pemaparan dari nelayan batang. Menurut pak sahasta selaku perekayasa di BBPI Semarang mengatakan bahwa inovasi alat tangkap yang di paparkan oleh pak asis termasuk dalam kategori alat tangkap bila disaat setting seperti jala jatuh dan apabila  di saat hauling seperti jarring angkat. Dan menurut beliau juga inovasi tersebut lebih baik untuk di kombinasikan dengan bagan. Karena di lihat dari bentuk dan adanya penambahan lampu sebagai alat bantu memungkinkan alat tersebut bisa di uji dengan bagan. Beliau juga mengingatkan agar dalam melakukan uji coba harus memperhatikan aturan – aturan yang telah diberlakukan.

Pak usman effendi selaku pejabat structural juga menambahkan bahwa  alat tangkap tersebut harus di uji coba bukan oleh BBPI. Karena BBPI mempunyai tupoksi tidak dalam rangka penelitian tapi lebih mengedepankan kepada pengembangan inovasi yang bisa langsung di aflikasikan oleh nelayan. Beliau menyarankan agar pak asiz dan pemerintah daerah batang menawarkan inovasi tersebut kepada Balibang pusat maupun balitbang daerah. Dan apabila meminta dukungan dari BBPI Semarang hanya sekedar pendampingan.

BBPI sangat mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh pak asis. Apalagi dari pernyataan beliau yang peduli dengan sumber daya ikan di laut jawa. Pak asiz mengkritisi aktifitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dimana ikan ikan kecil banyak yang tertangkap. Menurut beliau juga apabila menunggu ikan tersebut lebih besar lagi dengan sendiri harga ikan tersebut lebih tinggi. Semangat terus buat pak asiz semoga inovasi benar- benar terwujud dan bisa di manfaatkan nelayan. Sebelum acara selesai rombongan dari batang ini menyerahkan proposal alat tangkap tersebut dan sebuah reflika kapal sebagai cinderamata buat BBPI Semarang.